:
:

Minggu, 08 November 2009

Berbicara Kepada Media

Sebuah kampanye advokasi, pada dasarnya adalah tentang proses penyampaian pesan (Masalah dan Usulan Solusi) kepada masyarakat (sasaran kampanye anda, pendukung, dan masyarakat luas). Ada beberapa cara untuk menyampaikan pesan anda, namun salah satu cara yang paling efektif untuk menunjukkan mengapa solusi yang anda tawarkan merupakan solusi yang terbaik adalah melalui media massa.

Ada beberapa alasan mengapa kampanye anda harus diusahakan agar dapat disampaikan melalui media massa :

  • Liputan media menunjukkan pada anggota dan mitra koalisi anda, bahwa apa yang mereka inginkan sedang dikomunikasikan ke “dunia luar” dan masyarakat memperhatikan dengan serius keinginan mereka serta kampanye yang anda lakukan.
  • Liputan media membantu memberi kekuatan pada anggota dan mitra koalisi anda. Informasi yang diperoleh dari media dapat membuat anggota anda terus mengikuti dan terlibat bersama perkembangan kampanye anda, serta menginformasikan kepada mereka bagaimana agar dapat berpatisipasi secara efektif dalam kampanye yang anda lakukan.

  • Liputan media menunjukkan kepada para pembuat keputusan/kebijakan bahwa isu yang anda buat adalah isu nasional (bukan hanya sekedar muncul dari beberapa orang dalam serikat buruh/pekerja A atau B) sehingga mereka tidak dapat seenaknya mengabaikan anda.

  • Liputan media dapat membentuk opini publik dan para pembuat keputusan/kebijakan bahwa kampanye anda didukung oleh sebagian besar masyarakat (walaupun ini belum tentu benar) dan akan memberikan tekanan kepada para pembuat keputusan/kebijakan untuk memenuhi tuntutan anda.

  • Liputan media ini murah (seandainya tidak bisa gratis), dan mencakup semua sasaran kampanye anda.

Agar dapat bekerja sama dengan pihak media massa dengan baik, maka anda harus :

MENGENAL MEDIANYA:
Untuk bisa berkomunikasi dengan media massa dengan baik, pertama anda harus mengenal organisasi media tersebut, dan siapa yang bekerja di dalamnya. Berikut ini beberapa langkah sederhana yang bisa menolong anda untuk mengenal media yang akan digunakan:
Buatlah Sebuah Daftar Seluruh Media yang Ada. Buatlah sebuah daftar organisasi media lokal, nasional ataupun internasional yang penting. Hubungi mereka dan minta mereka untuk memberikan alamat, nomor telepon, fax, dan nama-nama reporter dan editor yang bertanggung jawab meliput berita anda. Yang perlu anda ketahui adalah bahwa setiap reporter mungkin bertugas meliput hal yang berbeda. Sebagi contoh, satu reporter ditugaskan untuk meliput pemogokan buruh, dan yang lain diminta untuk meliput pembuatan perundang-undangan perburuhan di DPR.
Kenalilah Sistem Mereka. Jangan takut untuk bertanya bagaimana sebaiknya bekerja sama dengan mereka, misalnya menanyakan kapan tenggat waktu mereka. Informasi semacam ini akan memastikan bahwa mereka akan memperoleh berita tepat pada waktunya. Semakin lengkap informasi tentang media yang anda punya, maka media yang anda gunakan akan semakin tepat sasaran, dan dengan semakin tepat sasaran yang dituju, maka akan semakin besar kesempatan anda untuk mendapatkan liputan media yang anda perlukan.
Bangunlah Hubungan yang Baik. Reporter dan editor juga seorang manusia. Pada awal kampanye anda, penting bagi anda untuk menciptakan hubungan yang baik dengan mereka, jika hubungan anda baik, maka setiap ada keinginan dari mereka untuk meliput suatu kampanye, maka mereka akan menghubungi anda untuk mencari informasi. Anda bisa membangun hubungan yang baik tersebut dengan memperkenalkan diri terlebih dahulu melalui kunjungan informal ke kantor mereka. Pada awalnya anda mungkin harus memberikan pengertian kepada para reporter dan editor tersebut tentang organisasi anda, mengapa isu anda merupakan isu yang penting, siapa saja yang berada dalam koalisi anda, dan mengapa solusi yang anda tawarkan penting untuk diliput oleh media baik cetak maupun elektronik. Jagalah hubungan baik ini selama dan hingga selesainya kampanye anda, karena anda mungkin akan memerlukan bantuan mereka kembali saat anda melakukan kampanye yang lain di masa mendatang. Bahkan mungkin para reporter akan mulai melihat anda atau contact person kampanye anda sebagai narasumber utama yang harus dihubungi ketika mereka hendak menuliskan sebuah artikel mengenai masalah ketenagakerjaan. Saling ketergantungan seperti ini merupakan hal yang baik untuk dipupuk dan dapat digunakan untuk kepentingan anda.


PAHAMI PESAN ANDA DAN TETAPLAH TERFOKUS PADANYA:
Tugas anda sebagai Tim Advokasi, adalah untuk memberi informasi. Sedangkan tugas reporter adalah untuk menyebarluaskannya. Karena itu, reporter tidak bisa menyebarluaskan informasi anda, jika anda tidak memberi mereka informasi yang diperlukan dengan jelas. Jangan memasukkan terlalu banyak isu atau poin kedalam pesan yang ingin anda sampaikan. Tetaplah terfokus pada tujuan anda. Jika tujuan utama anda adalah, (1) Untuk mensosialisasikan jumlah upah minimum yang anda usulkan; dan (2) untuk menunjukkan bagaimana para buruh/pekerja tidak bisa hidup dengan upah mereka yang sekarang (dua poin yang mendukung kampanye anda), maka usahakan untuk memusatkan pesan anda pada upah minimum tanpa harus menunjukkan permasalahan buruh kontrak, jam lembur paksa, dan standar kesehatan dan keselamatan buruh/pekerja (tiga poin yang tidak terkait dengan kampanye UMR anda). Jika tidak terfokus, media tidak akan mengerti pesan anda. Anda bisa menggunakan spanduk, poster, dan kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat, sebagai contoh, untuk memperkuat dua pesan diatas sebagai tema kampanye anda.

Jika anda telah menentukan pesan anda dan bagaimana agar anda dapat terfokus padanya, maka tentukan media mana yang terbaik serta orang-orang yang terlibat didalam media tersebut untuk mengirimkan pesan anda. Jangan ragu untuk memberikan pesan anda pada lebih dari satu orang, karena mungkin saja, seorang reporter yang meliput masalah bisnis, menulis berita anda minggu lalu, tapi minggu ini pesan anda yang baru akan masuk ke dalam berita politik nasional dan ditulis oleh reporter yang lain. Tugas anda adalah memastikan bahwa pesan anda sampai kepada media yang benar dan orang yang tepat, sedang tugas mereka adalah menentukan siapa reporter yang cocok jika berita anda termasuk berita yang bisa masuk dalam berbagai macam kategori.


KENALI PEMIRSA ANDA:
Perlu anda ingat bahwa pemirsa anda adalah masyarakat, bukan institusi. Karena semua orang memiliki perasaan, maka penting untuk menampilkan “wajah atau karakter manusia” dalam pesan anda. Pesan yang anda buat sebaiknya mewakili perasaan manusia, tidak hanya sekedar teori atau angka-angka. Tunjukkan bagaimana sulitnya kehidupan seseorang akibat masalah yang ada dan tunjukkan bahwa keadaan mereka akan jauh lebih baik jika tuntutan dan solusi yang anda ajukan dapat di jalankan. pemirsa anda akan lebih merespon pesan anda, jika anda mampu menyentuh perasaan dan emosi mereka.

Tentukan pemirsa yang bagaimana yang anda inginkan, beberapa diantara mereka ada yang bukan tipe pembaca, ada yang tidak menonton televisi, maka pilihlah media yang sesuai dengan pemirsa yang anda inginkan. Tidak semua pesan yang anda sampaikan cocok bagi mereka, karena itulah penting untuk menyesuaikan pesan yang lebih spesifik untuk pemirsa yang spesifik pula. Jika sasaran anda untuk meyakinkan para pembuat keputusan/kebijakan agar mereka mengetahui bahwa kampanye anda didukung oleh banyak orang, maka buatlah pesan dan sebuah kegiatan yang menunjukkan kekuatan anda. Jika sasarannya adalah untuk menyampaikan kemenangan kepada anggota anda, maka sesuaikan pesan anda dengan informasi hasil dan manfaat dari kemenangan anda tersebut.


KETAHUI BAGAIMANA SISTEM KERJA MEDIA:
Para reporter dan editor sering kali bekerja di bawah tekanan. Banyak diantara mereka yang hanya punya waktu sedikit untuk bisa menyerahkan berita, memahami inti masalah, menulisnya atau menampilkannya di televisi atau radio mengenainya. Dengan mengetahui sistem kerja mereka, anda dapat melihat berita anda dimuat dikoran atau di televisi dengan sangat mudah.

Cobalah untuk berpikir seperti ini, pekerjaan anda adalah untuk menyampaikan berita kepada pada reporter. Reporterlah yang akan menyampaikanya kepada masyarakat. Jika anda tidak memberikan informasi yang jelas, maka bisa jadi, berita yang muncul akan berbeda dengan apa yang anda harapkan, atau bahkan pesan dari lawan anda yang akan muncul. Kuncinya adalah mencoba untuk memberikan bantuan sebesar mungkin kepada sang reporter. Untuk melakukan ini, anda harus bisa memberikan semua informasi yang di butuhkan reporter kapan saja, dan informasi tersebut dalam bentuk yang mudah dan telah mereka kenal, sehingga mudah bagi mereka untuk memberitakannya. Diperlukan beberapa persiapan, waktu dan kegigihan, namun hasil yang akan anda diperoleh, jauh lebih besar, ratusan atau bahkan ribuan orang yang akan tersentuh melalui pesan anda .... dan semua itu gratis!

“Alat-alat” berikut ini penting dalam usaha anda bekerja dengan media dimanapu:

Undangan Pers: Undangan Pers adalah sebuah undangan bagi pers untuk menghadiri peristiwa/kegiatan tertentu yang akan anda adakan sebagai sarana untuk menyampikan pesan. Layaknya sebuah undangan, didalamnya perlu dijelaskan segala informasi yang diperlukan seperti kapan dan dimana sehingga mereka bisa menentukan apakah bisa hadir atau tidak.

Organisasi media yang ingin anda undang sebaiknya menerima undangan sehari sebelumnya, sehingga mereka dapat merencanakan untuk mengirimkan reporter mereka. Undangan Pers ini harus singkat (kurang dari satu halaman) dan berisi
  • Informasi yang menjelaskan tentang peristiwa/kegiatan tersebut, kapan dan dimana akan berlangsung, dan mengapa peristiwa/kegiatan itu penting bagi masyarakat.

  • Nama, nomor telepon, fax, dan alamat orang orang yang bertindak sebagai HUMAS kelompok anda.
Siaran Pers: Cara yang paling efektif untuk menyampaikan pesan kepada pers secara jelas dan akurat adalah dengan memberikan mereka sebuah Siaran Pers. Anda bisa membayangkan siaran pers seperti berikut: Jika anda seorang wartawan dan anda harus menulis artikel tentang peristiwa/kegiatan anda, maka siaran pers anda itulah artikel anda.

Dalam banyak kasus, mengandaikan diri sebagai seorang reporter adalah merupakan suatu hal yang mendekati kebenaran. Ingatlah bahwa semua reporter itu bekerja dalam tekanan untuk mengejar tenggat waktu setiap harinya. Jika anda memberi mereka artikel yang telah mencakup semua informasi yang diperlukan, mereka akan senang sekali, mereka tinggal mengutip sebagian besar artikel anda kedalam artikel yang akan dimuat di koran mereka, bahkan mungkin dengan menggunakan kepala berita/headline anda. Berita di koran yang anda baca keesokan harinya mungkin akan tampak seperti siaran pers yang anda buat. Di satu sisi anda berhasil menyampaikan pesan anda pada ribuan orang, anda juga membantu mengurangi ketegangan si wartawan, jadi sama-sama saling diuntungkan!

Pada hari H pelaksanaan kegiatan, harus ada orang yang bertanggung jawab untuk memberikan siaran pers ini kepada para reporter sebelum acara dimulai. Pastikan juga bahwa para reporter yang terlambat juga mendapatkan siaran pers anda. Siaran pers anda bisa juga berupa salah satu dari beberapa informasi lainnya yang anda bagikan kepada pers, dan sebaiknya semuanya disatukan dalam sebuah Paket Informasi Pers. Paket Informasi Pers ini bisa berisi dokumen tentang latar belakang isu, pernyataan resmi dari pimpinan organisasi anda, kesaksian dari para buruh/pekerja, hasil penelitian yang anda lakukan, serta daftar organisasi dan orang-orang berpengaruh yang mendukung kampanye anda.

Bawalah daftar media yang anda miliki untuk memeriksa media apa saja yang hadir. Catat nama-nama reporter yang anda temui. Beritahukan kepada meraka bahwa anda adalah HUMAS acara dan organisasi anda, dan minta mereka untuk menghubungi anda jika mereka memerlukan informasi yang lain. Pastikan bahwa anda telah mengirimkan fax siaran pers anda ke semua media yang tidak hadir pada saat kegiatan berlangsung sebelum tenggat waktu mereka, bahkan jika perlu, fax siaran pers tersebut SEBELUM acara berlangsung.

Berikut ini adalah tuntunan secara garis besar agar siaran pers anda sukses:

  • Tulislah siaran pers anda seolah-olah itu adalah suatu artikel sebenarnya dalam surat kabar. Gunakanlah bahasa yang menarik. Jika siaran pers sudah ditulis seperti ini biasanya reporter akan banyak mengutip tulisan anda didalam artikelnya.

  • Tulislah headline seperti suatu artikel dalam surat kabar. Reporter biasanya menggunakan headline untuk artikel mereka, khususnya jika mereka terpaksa harus menurunkan beritanya segera.

  • Cobalah untuk membatasi siaran pers anda hanya satu atau dua halaman saja yang merangkum poin-poin utama dan penting. Untuk satu paragraf usahakan tidak terlalu panjang, cukup empat atau lima baris saja.

  • Pastikan untuk memasukkan informasi penting di dalam paragraf pertama. Dengan kata lain, paragraf pertama harus memuat semboyan jurnalisme yaitu Siapa, Apa, Kapan, Dimana, Mengapa, dan Bagaimana.

  • Sebuah siaran pers harus didukung oleh fakta-fakta yang kuat. Hal inilah yang disebut pemberitaan. Tetapi, memberikan suatu pendapat untuk menunjukkan pentingnya fakta-fakta tersebut juga perlu. Jika perlu gunakan suatu kutipan untuk mendukung pernyataan anda. Hal ini dikarenakan didalam suatu artikel yang bagus biasanya selalu terdapat kutipan. Cantumkan juga siapa yang berbicara dalam kutipan tersebut, misalnya “Suatu fakta bahwa pemerintah tidak setuju menaikkan upah minimum membuat kita percaya bahwa pemerintah tidak peduli dengan kondisi buruk para buruh”, kata Suparman, seorang pemimpin suatu serikat buruh A.

  • Tulislah siaran pers anda menggunakan spasi ganda dan diatas kertas putih. Pastikan ada tepi baris yang kosong untuk reporter dapat menuliskan catatan pada saat mereka membaca artikel kita dan mengadaptasinya kedalam artikelnya.

  • Pada sudut atas halaman pertama, tuliskan nama organisasi dan nama humas media siaran pers anda, juga nama orang yang mewakilinya jika humas utama anda sedang tidak ada di tempat. Kemudian, cantumkan juga tanggal kegiatan yang dijelaskan dalam siaran pers tersebut. Tanggal tersebut dapat merupakan tanggal yang spesifik atau tuliskan saja UNTUK DISIARKAN/DITERBITKAN SEGERA.

  • Jika siaran pers anda melebihi satu halaman, tulislah “BERSAMBUNG” pada baris bawah di halaman pertama. Pada sudut kiri atas halaman kedua, tulislah kembali dua kata pertama dari judul anda dan tulis “HALAMAN 2”. Pada baris bawah di halaman terakhir release anda, ketiklah tanda “###” yang merupakan kode khusus jurnalistik yang menunjukan akhir dari suatu artikel.

  • Buatlah siaran pers hanya jika anda mempunyai berita penting yang berharga untuk disampaikan. Jika seorang reporter sering mendapatkan berita yang tidak terlalu berarti dari anda, mereka akan malas dan mengabaikan kampanye media anda di kemudian hari atau bahkan tidak membaca siaran pers anda sama sekali.

  • Tindak lanjuti siaran pers anda. Sebelum kegiatan dimulai, hubungi organisasi pers yang telah anda kirimi undangan untuk memastikan apakah mereka bersedia hadir atau tidak. Setelah kegiatan berakhir, hubungi para reporter yang hadir untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dan memberi penekanan pada isu-isu yang penting. Selain itu hubungi juga organisasi pers yang tidak mengirimkan reporternya untuk memastikan bahwa mereka juga memperoleh siaran pers anda dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin mereka ajukan.

  • Di dalam semua siaran pers, jangan lupa untuk mencatat nama humas pers anda beserta kontak informasinya.
Pernyataan Pers: Suatu pernyataan pers hampir sama dengan siaran pers hanya saja pernyataan pers tidak bersamaan dengan aksi spesifik atau kegiatan yang diadakan oleh organisasi anda. Biasanya, pernyataan pers adalah suatu reaksi cepat dan sederhana dari organisasi anda mengenai kegiatan atau perkembangan tertentu. Contohnya, jika pemerintah mengumumkan angka UMR baru, organisasi anda bisa memberikan pernyataan tertulis untuk publik melalui media seperti berikut ini : “SPSI-R menolak ketentuan UMR baru yang ditetapkan pemerintah karena UMR tersebut tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari para buruh beserta keluarganya…” Pernyataan-pernyataan seperti seringkali dipergunakan oleh media dalam artikel dimana mereka menuliskan mengenai kegiatan yang berlangsung: “Angka UMR baru yang ditentukan oleh pemerintah ditolak oleh berbagai serikat buruh/pekerja, dan termasuk kedalamnya adalah SPSI-R…”

Konferensi Pers: Ketika mengadakan suatu konferensi pers atau kegiatan penting, anda perlu mengetahui tenggat waktu organisasi media. Kegiatan di pagi hari atau awal siang menawarkan banyak kesempatan untuk peliputan keesokan harinya. Berikan kesempatan bagi media untuk mengambil gambar, dan jika memungkinkan, adakan suatu kegiatan tersebut di tempat yang menarik dan nyaman. Berusahalah sekreatif mungkin!

Konferensi pers adalah proses yang sederhana:

  • Seperti layaknya sebuah pertemuan, ucapkan terima kasih kepada semua yang hadir. Sebelum pertemuan dimulai, berikan siaran pers anda kepada para reporter.

  • Pastikan bahwa Anda membuat daftar hadir bagi para jurnalis yang datang sehingga Anda tahu siapa saja yang datang dan tahu bagaimana cara menghubungi mereka diwaktu yang akan datang.

  • Buatlah pernyataan pendek tetapi jelas yang mengikuti poin-poin penting siaran pers anda (sebaiknya tidak lebih dari 5 menit). Jangan membacakan siaran pers anda kata demi kata sehingga menimbulkan kesan anda terlalu menggurui. Jika perlu gunakan alat bantu visual (jika relevan) untuk menunjukkan fakta.

  • Pikirkan cara untuk memberikan “wajah/karakter manusia” dalam isu anda pada saat konferensi pers. Salah satu cara yang efektif adalah meminta salah satu buruh/pekerja untuk menceritakan bagaimana isu tersebut telah menyulitkan hidupnya. Hal ini akan menambahkan elemen emosional pada pernyataan yang sudah disampaikan oleh juru bicara anda pada awal konferensi pers.

  • Setelah presentasi anda selesai, berikan kesempatan kepada para reporter untuk mengajukan pertanyaan. Kesempatan ini dapat anda gunakan untuk memberikan penjelasan yang lebih detail yang tidak tercakup dalam pernyataan awal anda.

Anda sebaiknya memonitor peliputan pers mengenai kegiatan dan siaran pers anda untuk mengukur apakah pesan anda telah diberitakan dengan tepat dan apakah cerita anda dapat disampaikan dengan efektif.

Apa yang akan terjadi jika anda telah melaksanakan semua dengan baik… dan semuanya itu berhasil?
Hubungi reporter dan ucapkan terima kasih kepadanya. Terlepas dari apakah dia akan menuliskan masalah lain atau tidak, anda telah membina suatu kontak media yang mungkin berguna untuk kepentingan kampanye anda yang akan datang. Selain itu, jangan lupa untuk mengucapkan selamat pada diri anda sendiri dan tim anda atas kesuksesan tersebut.

Jika anda telah melaksanakannya dengan baik ….dan mereka tidak menggunakan siaran pers anda atau memberitakannya dengan buruk, lalu bagaimana ?
Hubungi reporter untuk mengklarifikasi semua informasi yang telah diberitakan secara tidak benar. Jika mereka tidak meliputnya sama sekali, anda bisa menghubungi mereka untuk menanyakan apakah mereka telah menerima siaran pers anda dan mengapa mereka tidak memberitakannya. Jangan menelpon untuk menyampaikan keluhan anda, karena ingatlah bahwa anda perlu menjalin hubungan yang baik dengan para reporter sebagai media kampanye isu yang akan datang. Lebih baik tanyakan kepadanya, jika semua informasi telah diberikan dengan lengkap, lantas cerita dengan model seperti apa yang mereka butuhkan untuk isu anda tersebut.

0 komentar:

Recent Comments

Pengetahuan Trafiking

Blog ini untuk mensosialisasikan kasus-kasus trafiking

www.stoptrafiking.or.id

Memuat...